Aku tahu kamu - 2

Tidak semua ilmu kita dapatkan ketika kita hanya membaca, terkadang kita harus saling berbicara untuk memahami dan mengembangkannya..

Aku tahu kamu mendambakan laki laki baik yang akan bersanding denganmu, seseorang tak melihat statusmu, penampilanmu, keluargamu, apa yang kamu miliki..

Seseorang yang berkata, "yuk menikah denganku, aku tak punya alasan dan motif lain untuk meminangmu.. kecuali karena aku hanya ingin beribadah dan menyempurnakan separuh agama.."

Kebanyakan wanita smemilih laki laki yang akan mendampinginya selamanya bukan karena apa apa yang sudah dimilikinya.. bukan karena siapa dia.. mereka sebenarnya berpikir sederhana.. seorang laki laki yang berani dan siap.. berani meminta izin kepada orang tuanya serta berani menanggung kehidupannya ke depan, dan siap segala galanya.. terkadang laki laki bermasalah dengan siap, karena mereka memandang siap dari sudut pandang nominal..

Ketika kamu mulai resah, takut nantinya tidak memiliki jodoh, tidak yakin memiliki modal yang cukup untuk mempersuntingnya, takut tidak bisa menafkahi di beberapa tahun kedepan, bisa jadi imanmu sedang tak sehat.. bukankah allah telah menjamin tiga hal, umurmu, jodohmu, rezekimu.. kita didunia ini bukanlah pencipta ataupun penentu, kita hanyalah pengembang dan penikmat..

Direct Selling Event

www.mengejarasa.com
Siang menjelang sore aku masih duduk duduk di gazebo itu.. seperti biasa layar 11,6 inchi selalu menemaniku kemanapun aku pergi, duduk manis dipangkuan ini.. namun kebetulan siang ini kami berempat, ada teman seperjuangan dengan layar 14 inchinya.. gazebo ini masih terlalu luas untuk berdua, padahal sudah ada kertas dan roti berserakan di sini dan di sana..

eh tiba tiba ada dua mbak mbak yang datang menghampiri kami, menyapa dengan santun dan salam juga.. saya kira mereka ingin hotspotan juga, maka ku persilahkan mbak mbak itu untuk ikut naik ke gazebo bersama kami.. eh ternyata mbak mbaknya malah duduk di tepi gazebo, meminta izin ke kami untuk "presentasi".. alamak, jangan jangan ni mau minta sumbangan, dompet sudah tipis gini..

"mas mbak, kami dari panitia earth hour yang terdiri dari mapala se UNS mengundang mas dan mbak untuk ikut acara kami, earth hour di arga budaya tanggal 28 maret besok" mbak tersebut memulai presentasinya.. fiuh, aku kira minta sumbangan, ternyata promosi acara to.. "acaranya nanti menyenangkan lho, rangkaian acaranya nanti tak ada listrik satu pun, termasuk hape.. nanti ada pembicara dari earth hour solo.. ikut ya mas mbak, gratis.." dia melanjutkan pemaparannya..

dari penjelasan mbaknya ada informasi bahwa malam minggu di UNS akan gelap gulita.. jalan utama solo akan gelap gulita.. daaan, nanti akan ada pemadaman listrik rutin satu bulan sekali se solo dan katakanya sudah dikonsultasikan ke pak walikota.. earth hour katanya bisa menghemat energi beberapa MW.. namun aku hanya bisa berkomentar kenapa alfamart dan indomaret malah boros listrik.. coba cek aja lampu dan AC yang terpasang dalam tokonya.. ketika toko atau rumah di sampingnya pencahayaan remang remang malah toko itu layaknya matahari, terang benderang menyilaukan.. ada sekitar 20 lampu disana.. padahal menurutku 8 lampu saja cukup

inspirasi yang di dapat dari kegiatan mbak mbak mapala adalah "pergerakan".. pergerakan yang sekarang sering diidentikan dengan aksi ke jalan, menulis "kritis", diskusi yang mendikreditkan pihak lain, ketik sana, klik sini, share sana, broadcast sini di depan layar kaca (laptop/hape), padahal pergerakan yang benar benar bergerak adalah kaki melangkah mendatangi calon audien/ peserta, otot wajah bergerak untuk tersenyum, otot bibir dan lidah bergerak untuk memaparkan, hati dan pikiran bergerak untuk berkenalan dan memberikan kesan (baik), jiwa bergerak untuk mengajak dia mengikuti kegiatan kita, semangat bergerak umemberikan suasana hangat..

ketika banyak ormawa dan organisasi mahasiswa eksternal banyak koar koar bahwa pergerakan, kemajuan organisasi, kemajuan bangsa, tergantung pada pengurusnya, tergantung pada pemuda namun saya rasa mereka belum melakukan "pergerakan" dengan baik.. mereka lebih suka aksi ke jalan, berteriak teriak, pencitraan, liputan media, cetak pamflet, cetak MMT, stiker.. semua aksi itu bagus.. ketika saya bertemu dengan mbak mbak mapala tadi mendapatkan inspirasi, bahwa Direct selling itu lebih baik, lebih efektif, lebih sopan, lebih green..

ketika banyak organisasi "baik" mau melakukan ini kegiatannya insya Allah tidak ada kursi kosong, yang mengisi tidak hanya dari "kalangan sendiri".. karena dengan direct selling itu datang dengan baik- baik, diawali salam, perkenalan singkat, pemaparan yang jelas, penawaran yang menarik, permohonan kehadiran dengan santun, ditutup dengan salam.. kalau ada yang mengundang dengan baik, insya Allah yang diundang akan datang dengan ikhlas kalau memang tidak ada kegiatan lain.. selain itu direct selling juga melatih kemampuan komunikasi kita, berbaur dengan masyarakat, menghilangkan label "eksklusif" bagi organisasi, ketika kegiatan itu baik, kenapa kita kita harus malu untuk ber-direct selling?

direct selling bukanlah sesuatu yang baru, dunia marketing pasti menggunakannya.. bahkan direct selling ini sudah diterapkan oleh partai politik di Indonesia untuk medulang suara dan katanya memiliki pengaruh yang signifikan.. untuk itu direct selling ini disarankan untuk digunakan, niatkan untuk memperkenalkan, bukan percitraan.. kedua aktivitas ini memiliki goal yang sama, supaya dikenal, namun mereka memiliki derajat yang berbeda..

#NTMS #Sebuah #Idealisme #seorang #Idea #List

***
gazebo - kamar abu abu, 24.03.15 - 17:22

Belajar Menjauh

www.mengejarasa.com
kita sudah mengenal semenjak dua tahun yang lalu, aku menyapamu karena ada keperluan untuk meminta file yang ku perlukan.. aku melihatmu duduk di sebelah sana, duduk dengan laptopmu yang sepertinya sudah lama menemani aktivitasmu..

sejak saat ikut kita tahu bahwa kita akan bersama- sama di sini, di pekerjaan ini.. membicarakan permasalahan dan merumuskan penyelesaian merupakan pekerjaan kita sehari- hari.. kita juga beberapa kali menyempatkan beberapa kali melakukan traveling bersama dengan teman teman.. terkadang kita harus keluar kantor bersama, karena pekerjaan kita tak hanya di ruangan ini.. terkadang makan bersama, membicarakan hari- hari yang telah kita jalani bahkan membicarakan rencana masa depan masing- masing.. 

semenjak beberapa bulan yang lalu, aku lama tidak melihatmu, karena kita berada dalam divisi yang berbeda.. kita hanya berpapasan dan saling menyapa ketika kebetulan bertemu di parkiran dekat pohon angsana.. terkadang motor kita berjejer berdua di sana.. karena teman- teman kita yang lain sudah pulang duluan.. 

aku tahu kita dekat sudah lama, dan kamu juga tahu keadaan itu.. aku merasa kamu memiliki harapan yang lebih di sana.. harap yang tak sekedar dekat saja.. namun sepertinya aku belum bisa untuk lebih dari sedekat itu.. haruskah aku belajar menjauhimu? namun aku takut resiko yang lebih berat dari itu, kita akan menjauh selamanya tanpa ucapkan kata, tanpa kepastian yang membuat kita merasa lega..

***
Meja Kerja, 19.03.15 - 08:22
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Tentang Waktu

www.mengejarasa.com
Bus tua itu menghampiriku.. aku tak bisa menolaknya karena hanya dia yang bisa mengantarkanku ke rumah.. akhir pekan ini pasti penuh, namun semoga masih ada tempat kosong untukku menyandarkan punggung, hari ini sungguh melelahkan sekali.. duh, hanya tinggal satu di samping jendela, seorang perempuan berjilbab biru duduk di sana, menghalangiku memasukinya.. tiba- tiba dia melambaikan tangannya ke arahku.. ah, dia siapa.. aku tak bisa melihat jelas wajahnya, kacamataku tertinggal di meja kerja sepertinya.. aku mendekat kemudian dia mempersilahkanku melewatinya.. dia menyapaku, "bagaimana kabarmu? masih ingatkah denganku?"

pertanyaan retoris yang tidak perlu aku jawab.. kamu bagian dari masa kecilku yang cukup cerewet, suka bercerita dan bertanya.. namun baik hati, sering memberi jajanan ketika kamu pulang dari pasar menemani ibumu.. teman bermain petak umpet, gobag sodor dan belajar iqra di surau di dekat sungai itu.. kita hanya bersama sampai SMP, kita SMA di kota yang berbeda.. kemudian aku meninggalkanmu lebih dulu dua tahun, karena aku harus meneruskan studiku di kampus surabaya.. sempat diriku mendengar kabar kalau kamu juga melanjutkan studimu di bandung.. setelah itu aku tak mendengar kabar darimu..

***

sepanjang perjalanan kamu bercerita panjang lebar tentang aktivitasmu di bandung.. sesekali aku bertanya untuk sesuatu yang membuatku penasaran.. ya, kamu seperti dulu.. selain itu kamu bercerita banyak hal yang akan kamu lakukan, mimpi - mimpimu.. kemudian kamu bertanya kepadaku, "kamu kok diam terus ya, hanya mendengarkan ceritaku.. aku juga ingin kamu bercerita juga.. apa cita cita mu? apa rencanamu di masa depan?"

"aku tidak muluk muluk.. aku hanya ingin terus mendengarkan ceritamu, menjadi pendengar setiamu.. membantumu dan melihatmu menggapai mimpimu.." aku hanya mengatakan yang ingin aku katakan sejak 8 tahun yang lalu karena memang belum masanya..

kamu terdiam, ekspresimu berbeda..
aku hanya bisa menghela napas,ikut terdiam..

***

bus ini terus melaju, namun kamu beranjak berdiri tanpa pamit karena bus hampir sampai depan rumahmu.. selang beberapa langkah kamu menoleh ke belakang seraya berkata, "senin depan bada ashar silaturrahimlah ke rumah"..

aku hanya bisa mengangguk, masih tak mampu mengartikan apa maksudmu..
"karena cinta itu tentang waktu, dialah yang membantu kita memahami apa itu cinta"..
***
samping jendela, 16.03.15 - 09:09
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Ada Masa Kita


selalu ada saja yang bisa menjadi pengingat..
padahal sudah sekian lama terlupa..
selalu ada saja yang yang bisa mengelupas..
padahal sudah sekian lama tertutup..

ada masa kita membuka kembali..
ada masa kita tak sengaja membaca lagi..
ada masa kita melihat kembali..
ada masa kita memutar kembali memori..

terkadang kenyataan tidak menyenangkan..
apalagi terkenang masa silam..
yang mungkin dulu kita anggap buram..
terkadang ingin membuang..
ah, namun seringkali merasa sayang..

sejarah bukan untuk hilangkan..
namun untuk disimpan..
bukankah dia telah bersama kita?
setia menuliskan cerita kita?
ketika kita tak ingin mengingat.. 
alirkan dia bersama tinta yang menari..
menggores ujung besi di atas kertas putih..

biarkan kenangan itu merembes..
menempel..
mengering..
berkilau..

suatu saat nanti kamu akan tersenyum..
saat kamu meyapa masa lalumu..
yang mungkin tak berada dibenakmu lagi..
ketika kamu sudah sering terlupa..
maka dia akan bercerita..
memutar roda kehidupan yang pernah ada..

***
Kamar Gelap Kasur Hijau, 09.03.15 - 22:37


MP3 Ceramah Buya Hamka

www.wikipedia.org
Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, pemilik nama pena Hamka (lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah sampai akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. (Wikipedia.org)

di bawah ini merupakan MP3 ceramah beliau yang dulunya berupa kaset tape recorder. terima kasih kepada community audio..