Kehidupan dan Kesempatan

www.mengejarasa.com
hakekat kehidupan adalah berlari.. ketika kamu hanya berjalan maka waktu akan mendahuluimu..ketika waktu sudah mendahuluimu maka kamu akan kehilangan kesempatan.. karena waktu tak akan menurunkan kecepatan kecuali kamu memacu dirimu untuk lebih cepat darinya.. berpacu dengan waktu memang melelahkan apalagi ketika kamu padukan dengan santai dan bermalas-malasan.. mau tidak mau kamu harus bergegas menambah kecepatan yang seharusnya tanpa batasan atau kamu tidak akan pernah mampu memperbaiki ketertinggalan..

pelan, sedang, cepat itu adalah pilihan.. mereka menawarkan fasilitas yang berbeda.. bisa jadi dengan cepat kita cepat pula akan selesai.. namun tak akan mendapatkan pelajaran yang lebi banyak.. bisa jadi dengan pelan kita akan lebih lama sampai, namun dengan pelajaran yang berharga.. namun pelan tidak menjamin kita akan terus berjalan tanpa fase berhenti di tengah perjalanan.. kuncinya adalah menjaga ritme.. 

ritme sangat dipengaruhi oleh mood.. mood dipengaruhi oleh orang orang yang berada di sekitar kita.. memilah orang disekitar kita sangatlah penting.. usahakan dalam setiap hari kita bertemu dengan orang yang menebar optimisme karena optimisme dalam diri kita seringkali tidak akan aktif ketika tidak di "senggol" oleh orang lain.. namun sebenarnya bisa sendiri tapi membutuhkan pendalaman yang cukup menguras waktu yang kita miliki..

ketika kesempatan itu mulai tenggelam janganlah berpikiran dunia kita akan menjadi kelam.. karena akan terbit kesempatan lain yang seringkali tidak kita duga.. hanya saja pesimisme lebih sering terbit dalam pikiran kita..sesungguhnya kesempatan itu kayak jodoh, namun selalu ada kepastian dan tidak bisa kita duga.. ketika kesempatan itu belum sesuai dengan keadaan kita berpikirlah secara sederhana saja bahwa itu bukanlah hak kita.. namun usaha tetaplah harus ada untuk menjemput kesempatan lainnya..

***
meja kecil, 16.04.15 - 07:12

Pencarian dan Pemberhentian


kami bukanlah pemilih..
walau kami belum menentukan satu diantara kalian..
bukan kami membandingkan kalian..
hanya saja kami belum memiliki keyakinan..
keyakinan tentang tujuan..
siapa yang menjadi tujuan..
seseorang yang akan menjadi pemberhentian..

kami bukanlah pengembara..
seseorang yang tak punya tujuan..
seseorang yang bisa seenaknya menentukan pemberhentian..
kami adalah seseorang yang sedang melakukan pencarian..
tidak mudah menentukan singgah..
tidak mudah mendapatkan perbekalan..
karena hakekatnya ketika kita sudah berhenti..
maka kita harus punya bekal untuk tinggal..

kami adalah seseorang yang sedang mencari perbekalan..
mana mungkin kita akan sekedar diam..
tak makan.. apalagi kehujanan..
tak ingin kelaparan.. tak ingin kekenyangan..
hanya satu keinginan saja.. berkecukupan..
kami mencari pemberhentian bukan untuk membuat sengsara..
tapi kami menawarkan kebahagiaan..

***
meja kerja, 04.04.15 - 15:03

Aku Tahu Kamu - 2


www.mengejarasa.com
Aku tahu kamu mendambakan laki laki baik yang akan bersanding denganmu, seseorang tak melihat statusmu, penampilanmu, keluargamu, apa yang kamu miliki.. Seseorang yang berkata, "yuk menikah denganku, aku tak punya alasan dan motif lain untuk meminangmu.. kecuali karena aku hanya ingin beribadah dan menyempurnakan separuh agama.."

Kebanyakan wanita smemilih laki laki yang akan mendampinginya selamanya bukan karena apa apa yang sudah dimilikinya.. bukan karena siapa dia.. mereka sebenarnya berpikir sederhana.. seorang laki laki yang berani dan siap.. berani meminta izin kepada orang tuanya serta berani menanggung kehidupannya ke depan, dan siap segala galanya.. terkadang laki laki bermasalah dengan siap, karena mereka memandang siap dari sudut pandang nominal..

Ketika kamu mulai resah, takut nantinya tidak memiliki jodoh, tidak yakin memiliki modal yang cukup untuk mempersuntingnya, takut tidak bisa menafkahi di beberapa tahun kedepan, bisa jadi imanmu sedang tak sehat.. bukankah allah telah menjamin tiga hal, umurmu, jodohmu, rezekimu.. kita didunia ini bukanlah pencipta ataupun penentu, kita hanyalah pengembang dan penikmat..

***
Kasur Biru, 27.03.15 -20:43
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Aku Tahu Kamu - 1

www.mengejarasa.com
Aku tahu kamu begitu mengharapkannya.. katamu semenjak awal berjumpa saat SMA.. ada rasa cinta saat kamu beranjak dewasa, katamu perasaan itu saat ini masih ada.. Aku tak mau menebak nebak, apakah kamu orang yang sudah terpaku olehnya, tak suka tolah toleh.. ataukah kamu memang orangnya setia..

Aku diberitahu teman perempuanku bahwa perempuan itu sulit merasakan jatuh cinta.. aku menyepakatinya.. dia bilang lagi bahwa ketika perempuan jatuh cinta itu maka akan berat move onnya.. aku sepakat lagi.. lalu perempuan yang sudah sakit hati maka akan sulit menghilangkannya..

Dan menurut teman perempuanku yang paham agama katanya sebisa mungkin perempuan itu menghapuskan perasaan cinta kepada seseorang yang belum halal baginya.. biarkan cinta itu tumbuh ketika sudah bersama laki- laki yang sudah menjadi imamnya..

Ketika aku tahu perasaanmu yang begitu dalam kepadanya, ketika harapmu begitu besar, aku hanya takut.. ketika kasih tak sampai, seberapa cepat hati kamu akan mampu berpindah, ketika berpindah status dari single menjadi menikah itu mudah.. nanun seberapa besar cintamu kepada imammu ketika bayang bayangnya masih berada dalam benakmu..

***
Soto Solo, 31.03.15 - 07:22
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Direct Selling Event

www.mengejarasa.com
Siang menjelang sore aku masih duduk duduk di gazebo itu.. seperti biasa layar 11,6 inchi selalu menemaniku kemanapun aku pergi, duduk manis dipangkuan ini.. namun kebetulan siang ini kami berempat, ada teman seperjuangan dengan layar 14 inchinya.. gazebo ini masih terlalu luas untuk berdua, padahal sudah ada kertas dan roti berserakan di sini dan di sana..

eh tiba tiba ada dua mbak mbak yang datang menghampiri kami, menyapa dengan santun dan salam juga.. saya kira mereka ingin hotspotan juga, maka ku persilahkan mbak mbak itu untuk ikut naik ke gazebo bersama kami.. eh ternyata mbak mbaknya malah duduk di tepi gazebo, meminta izin ke kami untuk "presentasi".. alamak, jangan jangan ni mau minta sumbangan, dompet sudah tipis gini..

"mas mbak, kami dari panitia earth hour yang terdiri dari mapala se UNS mengundang mas dan mbak untuk ikut acara kami, earth hour di arga budaya tanggal 28 maret besok" mbak tersebut memulai presentasinya.. fiuh, aku kira minta sumbangan, ternyata promosi acara to.. "acaranya nanti menyenangkan lho, rangkaian acaranya nanti tak ada listrik satu pun, termasuk hape.. nanti ada pembicara dari earth hour solo.. ikut ya mas mbak, gratis.." dia melanjutkan pemaparannya..

dari penjelasan mbaknya ada informasi bahwa malam minggu di UNS akan gelap gulita.. jalan utama solo akan gelap gulita.. daaan, nanti akan ada pemadaman listrik rutin satu bulan sekali se solo dan katakanya sudah dikonsultasikan ke pak walikota.. earth hour katanya bisa menghemat energi beberapa MW.. namun aku hanya bisa berkomentar kenapa alfamart dan indomaret malah boros listrik.. coba cek aja lampu dan AC yang terpasang dalam tokonya.. ketika toko atau rumah di sampingnya pencahayaan remang remang malah toko itu layaknya matahari, terang benderang menyilaukan.. ada sekitar 20 lampu disana.. padahal menurutku 8 lampu saja cukup

inspirasi yang di dapat dari kegiatan mbak mbak mapala adalah "pergerakan".. pergerakan yang sekarang sering diidentikan dengan aksi ke jalan, menulis "kritis", diskusi yang mendikreditkan pihak lain, ketik sana, klik sini, share sana, broadcast sini di depan layar kaca (laptop/hape), padahal pergerakan yang benar benar bergerak adalah kaki melangkah mendatangi calon audien/ peserta, otot wajah bergerak untuk tersenyum, otot bibir dan lidah bergerak untuk memaparkan, hati dan pikiran bergerak untuk berkenalan dan memberikan kesan (baik), jiwa bergerak untuk mengajak dia mengikuti kegiatan kita, semangat bergerak umemberikan suasana hangat..

ketika banyak ormawa dan organisasi mahasiswa eksternal banyak koar koar bahwa pergerakan, kemajuan organisasi, kemajuan bangsa, tergantung pada pengurusnya, tergantung pada pemuda namun saya rasa mereka belum melakukan "pergerakan" dengan baik.. mereka lebih suka aksi ke jalan, berteriak teriak, pencitraan, liputan media, cetak pamflet, cetak MMT, stiker.. semua aksi itu bagus.. ketika saya bertemu dengan mbak mbak mapala tadi mendapatkan inspirasi, bahwa Direct selling itu lebih baik, lebih efektif, lebih sopan, lebih green..

ketika banyak organisasi "baik" mau melakukan ini kegiatannya insya Allah tidak ada kursi kosong, yang mengisi tidak hanya dari "kalangan sendiri".. karena dengan direct selling itu datang dengan baik- baik, diawali salam, perkenalan singkat, pemaparan yang jelas, penawaran yang menarik, permohonan kehadiran dengan santun, ditutup dengan salam.. kalau ada yang mengundang dengan baik, insya Allah yang diundang akan datang dengan ikhlas kalau memang tidak ada kegiatan lain.. selain itu direct selling juga melatih kemampuan komunikasi kita, berbaur dengan masyarakat, menghilangkan label "eksklusif" bagi organisasi, ketika kegiatan itu baik, kenapa kita kita harus malu untuk ber-direct selling?

direct selling bukanlah sesuatu yang baru, dunia marketing pasti menggunakannya.. bahkan direct selling ini sudah diterapkan oleh partai politik di Indonesia untuk medulang suara dan katanya memiliki pengaruh yang signifikan.. untuk itu direct selling ini disarankan untuk digunakan, niatkan untuk memperkenalkan, bukan percitraan.. kedua aktivitas ini memiliki goal yang sama, supaya dikenal, namun mereka memiliki derajat yang berbeda..

#NTMS #Sebuah #Idealisme #seorang #Idea #List

***
gazebo - kamar abu abu, 24.03.15 - 17:22

Belajar Menjauh

www.mengejarasa.com
kita sudah mengenal semenjak dua tahun yang lalu, aku menyapamu karena ada keperluan untuk meminta file yang ku perlukan.. aku melihatmu duduk di sebelah sana, duduk dengan laptopmu yang sepertinya sudah lama menemani aktivitasmu..

sejak saat ikut kita tahu bahwa kita akan bersama- sama di sini, di pekerjaan ini.. membicarakan permasalahan dan merumuskan penyelesaian merupakan pekerjaan kita sehari- hari.. kita juga beberapa kali menyempatkan beberapa kali melakukan traveling bersama dengan teman teman.. terkadang kita harus keluar kantor bersama, karena pekerjaan kita tak hanya di ruangan ini.. terkadang makan bersama, membicarakan hari- hari yang telah kita jalani bahkan membicarakan rencana masa depan masing- masing.. 

semenjak beberapa bulan yang lalu, aku lama tidak melihatmu, karena kita berada dalam divisi yang berbeda.. kita hanya berpapasan dan saling menyapa ketika kebetulan bertemu di parkiran dekat pohon angsana.. terkadang motor kita berjejer berdua di sana.. karena teman- teman kita yang lain sudah pulang duluan.. 

aku tahu kita dekat sudah lama, dan kamu juga tahu keadaan itu.. aku merasa kamu memiliki harapan yang lebih di sana.. harap yang tak sekedar dekat saja.. namun sepertinya aku belum bisa untuk lebih dari sedekat itu.. haruskah aku belajar menjauhimu? namun aku takut resiko yang lebih berat dari itu, kita akan menjauh selamanya tanpa ucapkan kata, tanpa kepastian yang membuat kita merasa lega..

***
Meja Kerja, 19.03.15 - 08:22
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..