MP3 Ceramah Buya Hamka

www.wikipedia.org
Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, pemilik nama pena Hamka (lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah sampai akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. (Wikipedia.org)

di bawah ini merupakan MP3 ceramah beliau yang dulunya berupa kaset tape recorder. terima kasih kepada community audio..







Kehilangan Titipan

www.mengejarasa.com
Kehilangan.. suatu peristiwa yang tak pernah aku inginkan.. walaupun aku paham bahwa semua yang aku punya sekarang hanyalah sekedar titipan, dan sebenarnya kehilangan itu tak ada, yang ada hanyalah yang punya mengambil kembali apa yang telah dititipkannya.. aku diberikan satu kewajiban darinya yaitu menjaga.. 

Sebuah titipan yang aku aku jaga selama ini ternyata diambil kembali olehnya.. sehingga aku harus menapaki aspal dan beton panas, kerikil kembali menyelinap di sela sela jari kakiku selepas meninggalkan rumahnya.. merasa kehilangan memang wajar.. setidaknya dia sudah melindungiku selama sepuluh bulan.. menemaniku menapaki perjalanan.. 

Suatu hari nanti aku berharap diberikan amanah lagi.. titipan yang menemani perjalananku.. mengantarkan kan ku ke rumahnya di tengah bukit batu dan hamparan pasir.. melindungi dari kerikil panas, dan tombak besi yang bisa menyelinap di sekujur tubuhku.. aku takut jika membayangkan ketika aku diberikan amanah lalu tiba tiba dia mengambilnya lagi, tak ada yang memberikan rasa nyaman ketika aku melangkah, memberikan ketenangan ketika aku merasa gundah.. 
bisa jadi aku mencintai fitnah, tapi itu memanglah fitrah.. Berharap itu boleh boleh saja, karena itu sebagai tanda bahwa kita mempercayainya..
***
Karpet cokelat, 25.02.15 - 14:15
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Sendiri Bersamamu

www.mengejarasa.com
Aku adalah seseorang yang suka menyendiri.. walau terkadang membenci kesendirian.. karena aku masih memegang erat prinsip sendiri itu indah.. ya, mereka mengatakan kepadaku saat aku masih remaja.. 

Kemanapun aku menyendiri.. entah mencari udara yang sejuk yang berkembus dari pipa kotak, merasakan manisnya dan lezatnya roti walau hanya sekedar aroma.. melihat rumput mahal yang mengenyangkan, berbaris rapi di samping pematang.. membongkar tumpukan buku tua, mencicipi campuran rempah yang tertuang dalam mangkuk, memandang cahaya yang warna warni dan terkadang berkedip kedip kepadaku, merasakan angin dan air yang bersenyawa membawa kesejukan yang membuat hati ini menjadi lega..

Mengajak bukanlah hobiku, namun menemani seseorang lebih aku sukai.. untuk mengajak sering kali aku berpikir dua kali, apakah dia mau, apakah nantinya aku membuatnya kecewa.. aku memang tidak begitu suka ditolak, dan tidak suka mendengar keluh kesah.. untuk itu kenapa aku tidak begitu sering memasukkan orang lain ke setiap perjalananku.. karena aku memilih jalan yang sedang aku sukai, dan tak ingin orang lain ikut mencampuri..

Namun kenapa aku mengajakmu ikut dalam setiap perjalananku? Karena aku tahu kamu mau dan tak terlalu banyak menuntut.. 
 Walaupun aku kemana mana bersamamu aku tetaplah menyendiri.. karena bagiku kamu bukanlah orang lain.. kamu merupakan bagian dariku dan perjalanan hidupku.. Walaupun terkadang aku mulai tersadar bahwa istilah berdua lebih baik merupakan istilah yang lebih tepat..
***
di samping Buku, 25.02.15 - 13:06
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Re : Sampul, Buku dan Kamu


www.mengejarasa.com
Aku membeli gulungan sampul itu secara tak sengaja saat aku membeli buku merah hijau biru, mas nya mengatakan "beli sampul sekalian aja mas, satu gulung.. murah ini, bisa buat nyampulin beberapa ratus buku, tak perlu di selotif untuk buku standar, kecuali buku yang besar".. saat itu aku ngikut aja.. mumpung ada uang, sederhananya begitu..

Dulu bukuku hanya beberapa, pelan pelan akhirnya ya nambah juga.. walau belum sebanyak teman teman yang lain.. setidaknya sudah memenuhi dua almari kecil.. sampulnya mulai berkurang ketika beberapa buku mulai berdatangan, menyelimuti kertas yang kokoh dan berwarna itu.. aku berharap sampul itu mampu melindunginya, minimal beberapa dekade.. sehingga belahan diri kita bisa membacanya juga, dan kita menjelaskan sesuatu yang tidak dipahaminya.. sekaligus belajar merawat apa yang aku punya agak tetap enak dilihat, dibaca dan terjaga.. mempersiapkan diri bila nanti diberikan kepercayaan dari keluargamu untuk merawatmu.. misalnya nanti mereka ingin melihatmu, setidaknya aku bisa menunjukkan bahwa kamu baik baik saja..

Aku berharap sisa sampulku masih bisa menyelimuti bukumu, misal kurang insya Allah akan kubelikan lagi.. misal sampulmu yang lama sudah usang, aku akan senang memberikan yang baru untukmu.. nantinya kita akan melihat mereka juga berjajar rapi di almari kaca yang sama dengan buku ku.. selalu ada waktu untuk membuka lembar demi lembar di ruangan itu.. selalu ada masa untuk memaparkan apa yang telah kita baca..
 Saat ini aku pun masih bertanya tanya.. kamu itu siapa? Apakah seseorang yang berpapasan denganku di tangga? Atakah seseorang yang berjalan setiap pagi di jalan itu dan aku melihatnya? ataukah seseorang yang beberapa kali kulihat di balik kaca?
***
Kasur Biru, 25.02.15 - 11:23
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..

Pilihan Rezeki


Allah selalu menjamin rezeki bagi setiap hambanya.. Tanpa rezeki maka bumi ini pasti tidak ada makhluk yang bernyawa..Kucing hakekatnya adalah hewan karnivora.. namun realitanya dia makan tak harus daging.. di daerah kita kucing terbiasa makan nasi, sehingga marak pula hidangan yang di sebut nasi kucing..

Kambing merupakan hewan herbivora.. di mana dia seharusnya makan tumbuhan saja.. entah daun, ranting, maupun bunga.. namun dipantura sana dia mampu makan ikan, makanan yang tidak didesain untuk spesifikasi lambungnya.. namun daging juga masuk saja ke perutnya.. 

Bisa saja kucing berpindah ke wilayah pantai supaya kebutuhan dagingnya tercukupi.. kambing juga berpindah untuk mendapatkan rumput dan dedaunan.. untuk mendapatkan makanan yang sesuai.. begitu pula rezeki, terkadang kita harus berpindah untuk mendapatkan yang sesuai dengan kebutuhan..

***
Warung Pak RT, 24.02.15 - 08:00

Semoga itu baik, insya Allah

www.mengejarasa.com
Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.”

Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya.

Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna.

Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”

Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan : "Semoga ini baik, insya Allah.”
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Penyejuk hati yang dikutip dari salah satu pesan muhasabah di Grup Whatsapp